Archive for 2016

Pemanfaatan Kamus

Senin, 13 Juni 2016
Posted by Unknown
Hasil gambar untuk dictionary

Berbicara mengenai bahasa , maka kita juga berbicara tentang kata . Kata-Kata terangkai membentuk frasa , kalimat , paragraph , sampai wacana . Seringkali ketika kita membaca sebuah wacana , kita akan dihadapkan pada kesulitan memahami sebuah kata( baik itu makna leksikal maupum makna gramatikalnya) .

Kamus adalah alat bantu untuk menuntuk kita memahami makna sebuah kata . Menutu Kamus Besat Bahasa Indonesia  , kamus adalah buku acuan yang memuat kata dan ungkapan yang disusun menurut abjad berikut keterangan tentang maknanya , pemakaiannya , atau terjemahaannya . Selain keterangan mengenai sebuah kata , kamus biasanya menyeertakan hal –hal lain yang masih berhubungan dengan kebahasaan , seperti gambar atau ilustrasi tentang kata tersebut , tanda dan lambang (semua bidan ilmu)  , sampai bahasa isyarat . 

Berdasarkan luas lingkup nya , kamus dibedakan menjadi :
1.     kamus umum  , yaitu kamus yang memuat semua kata dalam sebuah bahasa . Misalnya ,   Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI)

2.    kamus khusus / kamus istilah , yaitu kamus yang hanya memuat kata-kata dari suatu bidang tertentu . Misalnya : kamus linguistic , kamus istilah kedokteran , kamus istilah teknologi dan lain –lain

3.    kamus ekabahasa , yaitu kamus yang memuat kata-kata dari satu bahasa , biasanya berisi definisi  , sinonim , dan contoh penggunaan dalam kalimat  .    Misalnya , Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

4.    kamus dwibahasa , yaitu kamus yag memuat dua bahasa , biasanya berisi kata dari sebuah bahasa yang makna atau definisnya dijelaskan dengan bahasa lain(terjemahan) . Misalnya : kamus Inggris- Indonesia , kamus Perancis – Inggris .

5.    kamus multibahasa , yaitu kamus yang memuat lebih dari dua bahasa . Misalnya , kamus Perancis – Inggris – Indonesia .

Selain menurut luang lingkup isinya , kamus juga dapat dibedakan menurut sifatnya , yaitu kamus sdar dan kamus non standar . Kamus standar adalah kamus yang dijadikan pedoman untuk penyusunan kamus-kamus lainnya , sedangkan kamus non standar adalah kamus yang mengguanakan kamus stadar sebagai pedoman penyusunannnya . Biasanya , cakupan kamus non stadar lebih sempit dan glosariumnya tidak lengkap .


Dikutip dari sumber :

Ahmad Iskak , Yustinah . 2008 . Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK. Jakarta : Erlangga 

Hasil gambar untuk kamus

Bagian – bagian batang  tubuh kamus :

1.     Lema :  berupa kata tunggal , kata majemuk , kata ulang , afiks , bahkan akronim yang disusuun secara alfabetis . Biasanya penulisan lema dibuat cetak tebal dan ditulis dengan pemenggalan berdasarkan pedoman EYD.
Contoh : ba.bad n 1Sas cerita sejarah;..
ba.bah n cak sebutan bagi orang Cina peranakan (laki-laki)                  
Jika sebuah lema memiliki banyak makna yang berlainan (homograf) , maka lema tersebut ditulis kembali dibawah lema pertama dengan diberi nomor.

2.    Label :  merupakan penjelasan tentang ragam bahasa , bidang ilmu , kelas kata  , dan daerah atau Negara asal dari kata yang dimaksud .
contoh :
ark -> arkais
cak -> cakapan
kl -> klasik
Jk - > Melayu Jakarta
Bl-> Bali
Skt->Sanserkerta
a->adjektiva
n -> nomina
v -> verba
bio -> biologi
mus -> music
ling - >linguistic

3.    Makna / define merupakan penjelasan mengenai medan makna dari kata atau lema yang bersangkutan . Bila sebuah kata memiliki makna lebih dari satu , namun masih dalam medan makna yang sama (polisemi) , maka penjelasaanya diberi nomor . Penjelasaan tersebut biasanya dilengkapi dengan contoh penggunaaan dalam kalimat .
¹ka.li n 1 kata untuk menyatakan kekerapan tindakan; dl satu minggu , dia sudah empat-datang kerumahku 2Kata untuk menyatakan kelipatan atau perbandingan (ukuran , harga , dsb)
4.    Sublema :  memuat kata yang bersangkutan yang telah mengalami proses afiksasi . Contoh a.dabn kehalusan dan kebaikan budi pekerti ; kesopanan;..
ber.a.dap. v …
meng.a.dab.i v…
per.a.dab.an n..
mem.per.a.dab.kan v..
ke.a.dap.an n..

Dikutip dari sumber :

Ahmad Iskak , Yustinah . 2008 . Bahasa Indonesia Tataran Semenjana untuk SMK. Jakarta : Erlangga 

Hasil gambar untuk wacana

Wacana adalah segala sesuatu yang berbentuk tulisan, perkataan, atau ucapan yang bersifat kontekstual. Wacana juga dapat diartikan sebagai kumpulan kalimat yang saling berangkai membentuk suatu kesatuan makna yang padu dan utuh. Dalam strata kebahasaan, wacana ditempatkan pada posisi teratas, karena wacana merupakan satuan gramatikal tertinggi dan terbesar di dalam sebuah bahasa. 

Wacana adalah rangkaian ujar atau rangkaian tindak tutur yang mengungkapkan suatu hal (subjek) yang disajikan secara teratur, sistematis dalam suatu kesatuan yang koheren, dan dibentuk oleh unsur segmental maupun nonsegmental bahasa.

Unsur-unsur segmental dalam sebuah wacana dibentuk oleh yang paling kecil sampai pada unsur yang paling besar, yaitu fenom, morfem, kata, frase, klausa dan kalimat. Sedangkan uunsur nonsegmental dalam sebuah wacana pada hakekatnya berhubungan dengan situasi pemakaian bahasa, tujuan pemakaian bahasa, waktu pemakaian bahasa, gambaran pemakai bahasa, makna dalam bahasa, intonasi, dan tekanan serta rasa bahasa yang sering kita kenal dengan istilah konteks. Sebagai media komunikasi wujud wacana dapat berupa rangakaian tuturan lisan maupun tulis. Sebagai media komunikasi lisan, wujud wacana itu antara lain sebagai berikut :
1.      Sebuah percakapan atau dialog yang lengkap dari awal sampai akhir. Misalnya suatu obrolan singkat diwarung kopi.
2.      Satu penggalan ikatan percakapan yang lengkap yag telah dapat menggambarkan suatu situasi, maksud, dan rangkaian penggunaan bahasa.
     
       Sementara itu, wacana dalam bentuk tertulis dapat berwujud antara lain sebagai berikut :
1.      Sebuah teks/bahasa yang tertulis yang dibentuk oleh lebih dari sebuah alinea yang mengungkapkan sesuatu secara beruntun dan utuh, misalnya sepucuk surat, sekelumit cerita, sepenggal uraian pada pengetahuan dan lain-lain.
2.     Sebuah alinea merupakan sebuah wacana apabila teks itu hanya terdiri atas sebuah alinea, atau apabila kandungan sebuah alinea dapat dianggap sebagai satu kesatuan misi korelasi dan situasi yang utuh.
3.  Terutama untuk Bahasa Indonesia, sebuah wacana mungkin dapat dibentuk oleh sebuah kalimat majemuk campuran atau dengan kalimat majemuk rapatan.
      


       REFERENSI :
Kusmayadi, Ismail. 2007. Think Smart Bahasa Indonesia. Bandung : Grafindo Media Pratama
http://www.kelasindonesia.com/2015/06/pengertian-analisis-dan-contoh-wacana-detail.html
Hasil gambar untuk prosa

Jenis karya sastra berupa karangan yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide, dan bahasa yang digunakan lebih sesuai dengan arti leksikalnya disebut prosa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia prosa adalah karangan bebas (tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi).
Prosa dibedakan menjadi dua jenis :
1.      Prosa lama yang meliputi cerita rakyat dan hikayat
2.      Prosa baru yang meliputi cerita pendek, novel dan novelet

Perbedaan utama yang paling mencolok diantara keduanya, menurut Nyoman Kutha Ratna, adalah kualitas entitas (keindahan) dan etis (moral). Menurutnya, masyarakat lama hampir tidak dapat membedakan antara kebenaran faktual dan kebenaran imajinatif.
Fungsi utama karya sastra dalam prosa lama adalah mengungkapkan masalah-masalah kebenaran (faktual) dan nilai manfaat. Akibatnya, tokoh-tokoh dalam cerita dianggap pernah ada dan selalu dikaitkan dengan ruang dan waktu. Meskipun kecenderungan tersebut masih tampak pada prosa baru, fungsi utamanya sudah berbeda. Dalam prosa baru, fungsi utama karya sastra menitikberatkan pada hakikat sastra sebagai bagian seni yaitu mengandung nilai estetis (keindahan). Akibatnya, muncul berbagai prosa yang bersifat absurd dan kontemporer.

CIRI - CIRI PROSA
1. Ciri - Ciri Prosa Lama
-  Di pengaruhi oleh sastra hindu atau arab
-  Ceritanya anonim (tanpa nama)
-  Milik bersama
-  Bersifat statis, sesuai dengan kondisi masyarakat waktu itu
-  Berbentuk hikayat, tambo, dongeng (pembaca di bawa ke alam imajinasi)

2. Ciri - Ciri Prosa baru
-  Tertulis
-  Masyarakat sentris (cerita diambil dan kehidupan masyarakat sekitar)
-  Dipengaruhi pengarangnya
-  Dipengaruhi sastra barat
-  Bentuk ronam,cerpen,drama

REFERENSI :
Ainia Prihantini, S. Hum. 2015. Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta : PT Bentang Pustaka.
http://kbbi.web.id/prosa
http://www.menggaliilmu.com/2015/03/ciri-ciri-dan-contoh-prosa-lama-dan.html

Hasil gambar untuk frasa

Menurut Ramlan (1987: 151), frasa adalah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa. Artinya, tidak melebihi batas fungsi sebagai subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan.

Frasa adalah gabungan dua kata atau lebiih yang bersifat nonpredikatif. Nonpredikatif maksudnya gabungan tersebut menduduki fungsi yang sama dalam kalimat, misalnya subjek, predikat, atau objek. Frasa memiliki unsur inti. Inti frasa merupakan unsur utama/pokok yang diterangkan (D) atau atribut pewatas merupakan unsur yang menerangkan (M).

Sebuah frasa memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri tersebut antara lain sebagai berikut:
·   Menduduki satu unsur, yaitu subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan saja, misalnya, Adik belajar di meja hijau. Gabungan kata di meja hijau pada kalimat tersebut merupakan frasa yang menduduki pola keterangan.
·         Tidak membentuk makna baru, misalnya, Adik belajar di meja hijau. Meja hijau adalah meja yang berwarna hijau (frasa).

Berikut ini merupakan macam-macam frasa berdasarkan distribusi unsur pembetuknya :
a.       Frasa Eksosentris
Frasa eksosentris merupakan frasa yang mempunyai ketidaksamaan penyebaran dengan unsurnya atau tidak memiliki unsur frasa. Cirinya diawali dengan kata depan dan kata sambung.

b.      Frasa Endosentris
Frasa endosentris adalah frasa yang memiliki kesamaan distribusi (penyebaran) dengan unsurnya atau memiliki inti frasa.
Frasa endosentris dibagi menjadi dua :
1)      Frasa endosentris koordinatif merupakan frasa endosentris yang terdiri atas unsur setara, dapat disisipi kata dan atau atau.
2)      Frasa endosentris atributif merupakan frasa endosentris yang terdiri atas ketidaksetaraan unsur. Frasa endosentris atribut dibagi tiga sebagai berikut :
a)      Atributif berimbuhan
Contoh : anak tertua, garis pembatas
b)      Atributif tidak berimbuhan
Contoh : sedang makan, halaman luas
c)      Endosentris apositif
Frasa endosentris apositif adalah frasa endosentris yang atributnya berupa keterangan tambahan.


REFERENSI :
http://www.freepik.com/
http://www.pengertianahli.com/2015/01/pengertian-ciri-jenis-frasa.html#
Meita Sandra Santhi dan Uti Darmawati. 2015. Detik-Detik Ujian Nasional Bahasa Indonesia: PT Intan Pariwara.

Umumnya rima terdapat pada puisi. Persamaan bunyi yang mencangkup onomatope (tiruan bunyi), bentuk intem pola bunyi dan perulangan kata disebut dengan rima. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) rima adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan.

1.      Macam – Macam Rima Berdasarkan Bunyi
a.       Rima Sempurna
Contoh : perang-berang
b.      Rima Tak Sempurna
Contoh : sanak-semak
c.       Rima Mutlak
Contoh : bunga-bunga
d.      Rima Terbuka
Contoh : hulu-menjamu
e.       Rima Tertutup
Contoh : rempah-suluh
f.       Rima Aliterasi
Contoh : raja disana
g.      Rima Asonansi
Contoh : sumpah si adik
h.      Rima Disonansi
Contoh : mondar-mandir

2.      Macam – Macam Rima Berdasarkan Letak Kata dalam Baris
a.       Rima awal : pengulangan bunyi yang terletak di awal baris
b.      Rima tengah : pengulangan bunyi yang terletak di tengah baris
c.       Rima akhir : pengulangan bunyi yang terletak di akhir baris
d.      Rima tegak : pengulangan bunyi yang terletak di baris-baris yang berlainan
e.       Rima datar : pengulangan bunyi yang terletak dibaris yang sama\
f.       Rima sejajar : pengulanga bunyi berupa sepatah kata yang dipakai berulang-ulang dalam kalimat yang beruntun
g.      Rima berpeluk : pengulangan bunyi yang terdapat dalam soneta dengan jenis rima a-b-b-a
h.   Rima silang : pengulangan bunyi yang letaknya berselang-selang seperti dalam pantun, yaitu berpola a-b-a-b
i.        Rima rangkai : pengulangan bunyi yang terdapat dalam kalimat-kalimat beruntun
j.        Rima kembar : pengulangan bunyi yang beruntun dua dua dan berima sama, yaitu a-a-b-b
k.   Rima patah : pengulangan bunyi yang dalam satu baitnya terdapat baris yang memiliki rima berbeda, yaitu a-a-b-a
l.        Rima merdeka : rima yang tidak berulang dalam suatu sajak, berpola a-b-c-d


REFERENSI :
Ainia Prihantini, S. Hum. 2015. Master Bahasa Indonesia. Yogyakarta : PT Bentang Pustaka.
http://kbbi.web.id/rima
http://www.pintarmenulis.com/pengertian-rima.html
Welcome to My Blog

Popular Post

Counter

Flag Counter

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © 2013 Decisions Matter -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -