Archive for Januari 2016

Proposal
Proposal merupakan salah satu cara untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah tujuan kepada pembaca sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut secara jelas. Untuk itu, perlu pemahaman mengenai proposal dan pembuatannya agar proposal yang dibuat dapat dimengerti oleh pembacanya.
A. Definisi Proposal
Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan terinci untuk suatu kegiatan yang bersifat formal. Proposal merupakan sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis untuk menjabarkan dan menjelaskan sebuah tujuan kepada pembaca sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut lebih mendetail. Diharapkan dari proposal tersebut dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada pembaca sehingga akhirnya memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.
B. Fungsi Proposal
Proposal memiliki kegunaan yang sangat penting bagi perseorangan atau lembaga yang akan melakukan suatu usaha, program, atau kegiatan. Sebelum melakukan berbagai keperluan tersebut, kita dituntut untuk membuat, menyusun, dan mengemas sebuah proposal secara menarik dan memikat.
Fungsi dan keberadaan proposal dijabarkan sebagai berikut:
· Untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
· Untuk mendirikan usaha kecil, menengah, dan besar.
· Untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
· Untuk mengajukan kredit kepada bank.
· Untuk mengadakan acara seminar, diskusi, platina, dan sebagainya.
C. Hal-Hal yang Perlu Dimuat dalam Proposal
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dimuat dalam proposal:
· Nama Proposal
· Pendahuluan
· Tujuan
· Bentuk/Jenis Kegiatan
· Pelaksanaan
· Panitia Pelaksana (terlampir)
· Biaya/Dana (terlampir)
· Harapan
· Lampiran
D. Contoh Proposal
PROPOSAL KEGIATAN PENTAS SENI (PENSI) SMAN 62 JAKARTA
I. Dasar Pemikiran
Dengan berkembangnya kemajuan pendidikan di Indonesia dan pada khususnya di lingkungan SMA Negeri 62 Jakarta, maka kami selaku pengurus OSIS periode 2015/2016 akan mengadakan kegiatan, dan Parade Band dan seni, guna mengembangkan kreatifitas siswa serta bakat, minatdalam bidang seni, dan sekaligus mempererat tali persaudaraan di lingkungan sekolah dan meningkatkan kecintaan terhadap almamater SMA Negeri 62 Jakarta.
II. Dasar Kegiatan
1. Agenda tahunan SMA Negeri 62 Jakarta dalam rangka apresiasi seni.
2. Program kerja OSIS SMA Negeri 62 Jakarta periode 2015/2016.
3. Rapat pengurus OSIS mengenai seksi bidang persepsi,apresiasi, dan kreasi seni.
4. Hasil keputusan rapat pengurus OSIS SMA Negeri 62 Jakarta.
III. Tujuan kegiatan
Kegiatanyang dilaksanakan bertujuan sebagai berikut :
1. Meningkatkan rasa bangga dan cinta terhadap SMA Negeri 62 Jakarta.
2. Mempererat rasa persaudaraan antar siswa, guru, dan karyawan SMA Negeri 62 Jakarta.
3. Mengembangkan bakat serta minat siswa SMA Negeri 62 Jakarta dalam bidang seni.
4. Sebagai ajang daya kreasi daya kompetensi siswa lewat pentas seni dan lomba-lomba yang dilaksanakan.
IV. Peserta
Seluruh Siswa dan Siswi SMA Negeri 62 Jakarta.
V. Jenis Kegiatan
1. Parade Band
2. Madern dance
3. Tradisional dance
4. Solo vocal
5. Lomba foto
VI. Nama Kegiatan
‘Warna Warni Kreasi’
VII. Tema kegiatan
Meangasah bakat siswa dalam seni modern tanpa melupakan seni tradisional asli Indonesia
VIII. Susunan acara
Adapun susunan acara dan jadawal waktu kegiatan.(terlampir.)
IX. Waktu Pelaksanaan
Acara ini akan dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : 12, Juni 2016
Tempat : SMA Negeri 62 Jakarta
Pukul : 07:30 WIB.
X. Hasil yang di harapkan
1. Terciptanya siswa yang antusias dan perduli pada seni tradisional asli indonesia dan tetapi tetap mengikuti perkembangan seni modern
2. Terwujudnya jiwa siswa yang kreatif
XI. Kepanitiaan
PANITIA WARNA WARNI KREASI SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA
TAHUN 2015/2016
Pelindung/Penasihat : Kepala Sekolah
Drs. Tateng Mulyana, M.pd
Penanggung jawab : Waka Kesiswaan
Hadi Komara P, SS. M.MPd
Koordinator : Rizki Maulana
Ketua umum : Afria Fitri
Ketua pelaksana : Rian permana
Sekretaris : Wanda Rizkiana
Bendahara : Nuraeni
Seksi seksi
1.Acara 4.Dokumentasi Dan Publikasi
Koordinator : Rian R Koordinator : Rika
Anggota : Dimas Anggota : Sifa F
Anton Sania
Siti N Cindy
Fitri Lusi A
2.Peralatan Dan Dekorasi 5.Keamanan
Koordinator : Yudi A Koordinator : Andika Fajar
Anggota : Izaz Anggota : Ani Saleha
Erwin Euis
Resa
Rizki Ar Erlin
3.Konsumsi
Koordinator : Tria S
Anggota : Rinawati
Debi
Syifa F
Deti S
Koodinator Penaggung Jawab lomba
1.Parade Band :Ahmad Fauzi 4.Solo Vocal : Rusli
Afnan A
2. Modern Dance : N Maulida 5.Lomba Foto: Yudha
Yasinta Feni
3.Tradisional Dance :M.Faisal
Nizar F
XII. Anggaran
Rencana pengeluaran :
1.
|
Peralatan
| |
Alat band + Sound
|
Rp. 3.000.000,00
| |
Panggung
|
Rp. 5.000.000,00
| |
Peralatan pendukung
|
Rp. 500.000,00
| |
2.
|
Dekorasi
|
Rp. 500.000,00
|
3.
|
Administrasi
| |
Pembuatan Proposal
|
Rp. 100.000,00
| |
Id card
|
Rp. 50.000,00
| |
Id card peserta
|
Rp. 50.000,00
| |
Piagam
|
Rp. 100.000,00
| |
4.
|
Dokumentasi
|
Rp. 300.000,00
|
4.
|
Humas
|
Rp. 200.000,00
|
5.
|
Bintang tamu
|
Rp. 5000.000,00
|
4.
|
Jumlah total
|
Rp. .14.800.000,00
|
Kekurangan Dana : Rp. 14.800.000,00
XIII. Penutup
Akhirnya kami berdo’a kepada Allah SWT, semoga apa yang telah direncanakan bisa terlaksana dengan baik.
Demikian proposal ini kami buat, dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak sangat kami harapkan. Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.
Assalamu’alaikumWarahmatullohiWabarakatuh
Wakasek Kesiswaan
HADI KOMARA P, S.S.,MMPd
NIP. 19710425 199802 1 002
|
Warungkiara, 04 Mei 2016
Kepala Sekolah SMAN 62 Jakarta
Drs.TATENG MULYANA, M.Pd
NIP. 19600223 198610 1 002
|
DAFTAR PUSTAKA
[1] Badriyah, Hurriyah. 2014. Kumpulan Contoh Sukses & Tembus Pengajuan Proposal: Panduan Wajib Menyusun Proposal untuk Pribadi, Kelompok, Pengusaha dan Perusahaan. - : DAN Idea.
[2] Maulana, Rizky. Contoh Proposal Kegiatan Pentas Seni.http://rizkigule.blogspot.co.id/2013/07/contoh-proposal-kegiatan-pentas-seni_30.html.
Konvensi Naskah dan Sistemasinya
Senin, 04 Januari 2016
Posted by Unknown
Tag :
Random Posts,
Softskill B.Indo
Konvensi Naskah dan
Sistematika Karya Ilmiah
Sebuah aturan baku dibutuhkan untuk menjadi standar pedoman penulisan sebuah
karya ilmiah. Untuk itu, dicapailah sebuah kesepakatan bersama mengenai aturan
pengetikan, pengorganisasian materi utama dan pelengkap, bahasa, dan
kelengkapan penulisan lainnya. Kesepakatan tersebut dikenal denganKonvensi
Naskah.
A. Konvensi Naskah
1. Definisi Konvensi
Naskah
Konvensi naskah karya ilmiah adalah peraturan atau aturan
yang telah disepakati bersama oleh suatu lembaga tertentu atau beberapa lembaga
yang menyangkut seperangkat cara dan bahan yang digunakan dalam penulisan karya
ilmiah, misalnya, laporan penelitian, skripsi, tesis, dan lain-lain. Pada
prinsipnya, setiap lembaga atau beberapa instansi memiliki konvensi karya
ilmiah yang sama.
2. Aspek-Aspek Konvensi
Naskah
Aspek-aspek konvensi karya ilmiah adalah hal-hal yang
menjadi kesepakatan bersama dalam penulisan karya ilmiah. Aspek-aspek tersebut
meliputi hal berikut:
· bentuk
karangan,
· bagian-bagian
karangan,
· bahan
dan jumlah halaman,
· perwajahan,
· penomoran,
dan
· penyajian.
3. Bagian-Bagian Karya
Ilmiah
Bagian-bagian karangan ilmiah meliputi berikut: kelengkapan
awal, kelengkapan isi, dan kelengkapan akhir. Kelengkapan awal meliputi kulit
luar, halaman judul, halaman pengesahan, halaman penerimaan (jika ada),
halaman persembahan, abstrak (dalam bahasa Indonesia dan Inggris), kata
pengantar, daftar tabel , daftar grafik, atau gambar (jika ada), daftar
singkatan dan lambang, dan daftar lampiran. Kelengkapan isi meliputi
pendahuluan, kajian teori, seputar lokasi objek penelitian (khusus praktek
kerja), pembahasan, dan penutup. Kelengkapan akhir meliputi daftar pustaka,
riwayat hidup penulis, lampiran data, dan penulisan indeks.
4. Bahan dan Jumlah
Halaman
Bahan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah adalah
kertas HVS A-4 (21,0 x 29,7) dan tinta hitam atau biru. Jumlah halaman untuk
makalah tidak lebih dari 15 halaman, sedangkan untuk skripsi minimal 40
halaman, tesis minimal 80 halaman, dan disertasi minimal 250 halaman.
5. Perwajahan
Perwajahan adalah tata letak unsur-unsur karangan ilmiah dan
aturan penulisan. Dari perwajahan ini, akan dimunculkan tampilan atau format
penulisan karya ilmiah. Perwajahan itu meliputi ukuran kertas, huruf yang dipakai,
spasi, marjin atau tepi batas (pias).
Huruf yang dipakai adalah Times New Roman ukuran 12 atau
Arial ukuran 11 (untuk teks). Spasi yang dipakai dalam karya ilmiah adalah dua
spasi, sedangkan abstrak adalah satu spasi. Ukuran huruf untuk judul karangan dan
judul bab adalah 14, sedangkan ukuran huruf untuk nama lembaga 16.
B. Sistematika Karya
Ilmiah
1. Definisi Sistematika
Karya Ilmiah
Sistematika karya ilmiah adalah aturan meletakkan
bagian-bagian karangan ilmiah (bagian mana yang harus didahulukan dan bagian
mana yang harus dikemudiankan).
2. Ruang Lingkup
Sistematika Karya Ilmiah
Ruang lingkup sistematika karya ilmiah terbagi atas tiga hal
yaitu sebagai berikut:
· Bagian
Pembuka
Bagian pembuka meliputi kulit luar (jilid), halaman judul,
halaman pengesahan, halaman persembahan, abstrak (dalam bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris), prakata, daftar isi, daftar tabel dan grafik, daftar singkatan
dan lambang, dan daftar lampiran.
· Bagian
Isi
Bagian isi adalah bagian inti dalam karya ilmiah yang
meliputi bab pendahuluan, bab landasan teoretis, bab objek penelitian, bab pembahasan
(analisis data), dan bab penutup. Dengan kata lain, bagian isi merupakan
penelitian si penulis.
· Bagian
Penutup
Bagian penutup adalah bagian akhir dari karya ilmiah yang
meliputi daftar pustaka, daftar riwayat hidup, indeks, dan lampiran.
a. Bagian Pembuka
1) Judul Karangan (Kulit
Luar)
Dalam kulit luar, harus dicantumkan judul karangan (dengan
subjudul, bila ada), nama karangan ilmiah, keperluan penyusunan, nama penyusun
dan NPM, logo, nama lembaga pendidikan (jurusan, fakultas, universitas), nama
kota, dan tahun penyusunan.
§ Judul Karangan
Contoh:
PENINGKATAN INDUSTRI BAJA DI KRAKATAU STEEL
CILEGON: TINJAUAN KUALITAS DAN KUANTITAS
§ Nama Karangan Ilmiah
Mencantumkan jenis karangan ilmiah. Apakah LAPORAN
PRAKTIK KERJA, SKRIPSI, TESIS, DISERTASI, dan lain-lain. Ditulis dengan
huruf kapital dan cetak tebal.
§ Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ditulis dengan memakai huruf kecil
kecuali nama mata kuliah, kegiatan, dan nama jurusan (ditulis di tengah).
Contoh:
disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu
Politik pada Program Studi Ilmu Administrasi Negara
§ Nama Dosen Pembina
Dosen Pembina:
Bambang Soelistiyono, S.H., M.M.
Bambang Soelistiyono, S.H., M.M.
§ Nama Penyusun
Dicantumkan nama penyusun dan NPM dengan didahului kata Oleh atauDisusun
oleh. Penulisan nama ditulis lengkap dan tidak dibenarkan disingkat.
Penulisan nama tidak dibenarkan memakai huruf kapital semua. Kata
oleh diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik dua.
Contoh:
Oleh:
Tubagus Ahmad Soebagja
0299007
Tubagus Ahmad Soebagja
0299007
Disusun oleh:
Raden Rindu Asmarawati
K1B99034
Raden Rindu Asmarawati
K1B99034
§ Logo
Logo lembaga pendidikan dengan diameter 4 cm disimpan di
tengah.
§ Nama Instansi, Kota, dan Tahun Penyusunan
Contoh:
JURUSAN ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2006
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2006
2) Halaman Judul
Halaman judul sama (identik) dengan kulit luar (jilid),
tetapi dituangkan dalam kertas A-4 atau kertas jeruk.
3) Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan adalah halaman khusus dalam karya ilmiah
yang berisikan judul karangan, nama penyusun, NPM, pembimbing utama, pembimbing
anggota, diketahui ketua jurusan, dan disahkan oleh dekan.
4) Halaman Persembahan
Lembaran ini bersifat subjektif. Artinya, isinya bebas
bergantung pada keinginan penulis. Biasanya berisikan ayat-ayat suci
agama. Persembahan disajikan untuk orang-orang terdekat (ibu, bapak, kakak,
adik, istri, suami, atau anak).
5) Abstrak
Abstrak mencerminkan seluruh isi karangan dengan
mengungkapkan judul karangan, metode penelitian, tujuan penelitian,
permasalahan, dan hasil penelitian. Abstrak ini disajikan dengan jarak 1 spasi
dan ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Jumlah kata dalam abstrak yaitu sekitar 200-500 kata.
6) Kata Pengantar
Kata pengantar dalam karya ilmiah, misalnya, skripsi
berisikan hal-hal berikut:
§ Puji syukur kepada Tuhan,
§ Judul karangan,
§ Ucapan terima kasih,
§ Harapan-harapan penulis,
§ Tanggung jawab ilmiah penulis, dan
§ Penulisan tempat, tanggal, dan nama penulis.
7) Daftar Tabel
Karangan ilmiah yang lengkap, selain menganalisis data
dengan saksama, juga mencantumkan tabel yang merupakan gambaran analisis data.
Nama tabel diberikan nomor dengan angka Arab dan ditulis dengan memakai huruf
kapital pada awal kata kecuali preposisi (di, ke, dari, dan lain-lain) dan
konjungsi (dalam, pada, untuk, dan lain-lain).
Contoh:
Tabel 1 Jumlah Penduduk Kecamatan
Majalaya……..…………………. 5
Tabel 2 Tingkat Pendapatan Masyarakat………………………………... 16
Tabel 3 Jumlah Produksi Kain di PT Kaha Grup……………………….. 34
Tabel 2 Tingkat Pendapatan Masyarakat………………………………... 16
Tabel 3 Jumlah Produksi Kain di PT Kaha Grup……………………….. 34
8) Daftar Gambar, Grafik,
atau Bagan
Daftar grafik / gambar / bagan pada dasarnya sama dengan
penulisan daftar tabel.
9) Daftar Singkatan dan
Lambang
Cara penulisan singkatan dan lambang adalah sebagai berikut:
ditulis dalam bentuk lengkap terlebih dahulu, kemudian diikuti bentuk
singkatannya. Contoh: Bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat BI); disusun
secara alfabetis.
10) Daftar Lampiran
Daftar lampiran memberikan informasi tentang kelengkapan
penelitian seperti angket, kuesioner atau pedoman wawancara, foto-foto, peta
lokasi, surat izin penelitian, dan daftar riwayat hidup.
b. Bagian Isi
1) Pendahuluan
Bab pendahuluan memuat penjelasan atau pengantar tentang isi
karangan ilmiah. Bab ini juga memuat landasan kerja dan arahan dalam penyusunan
karangan ilmiah.
§ Latar Belakang Masalah
Pada bagian ini, diuraikan tentang (a) masalah yang akan
diteliti, (b) penjelasan tentang dipilihnya masalah ini bagi penulis atau pun
bagi orang lain (c) argumentasi yang logis antara data (realitas) dan teori
(harapan) sehingga kesenjangan ini menimbulkan rumusan permasalahan.
§ Identifikasi Masalah atau Pembatasan Masalah
Identifikasi masalah bertujuan untuk membatasi atau
menajamkan pokok permasalahan sehingga kajian atau pembahasannya tidak terlalu
luas dan abstrak. Identifikasi masalah bisa memudahkan peneliti untuk melakukan
penelitian karena pokok permasalahannya menjadi lebih sempit (fokus).
Identifikasi masalah harus disajikan dalam bentuk pertanyaan. Jawaban
pertanyaan tersebut akan disajikan dalam simpulan, sedangkan prosesnya
disajikan dalam bentuk pembahasan pada bab IV.
§ Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan sasaran yang akan dicapai atau
dihasilkan dalam penelitian ini, sedangkan kegunaan penelitian merupakan
penegasan tentang manfaat yang akan dicapai baik secara teoretis maupun secara
praktis.
§ Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
Kerangka teori berisikan prinsip-prinsip teori yang
memengaruhi dalam pembahasan. Prinsip-prinsip ini berguna untuk memberikan
arahan dan langkah untuk membahas masalah yang akan diteliti. Kerangka teori
ini harus menggambarkan tata kerja teori tersebut.
§ Metode dan Teknik Penelitian
Penelitian ilmiah harus mempergunakan metode dan teknik
penelitian. Metode penelitian adalah seperangkat alat yang tersusun
secara sistematis dan logis sedangkan teknik penelitian adalah tata cara
melakukan setiap langkah-langkah metode penelitian.
§ Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian ialah objek penelitian atau tempat
penelitian dilaksanakan. Lamanya penelitian dapat dilakukan dengan
membuat rencana atau jadwal kegiatan penelitian.
§ Sumber Data
Suatu penelitian ilmiah harus menyajikan sekaligus
memaparkan sumber data. Sumber data ini merupakan bahan yang diteliti. Jika
penelitian ini berasal dari buku. Misalnya, novel, majalah, surat kabar,
tabloid, identitas sumber data tersebut harus dicantumkan. Jika sumber data itu
banyak dan beragam, dapat digunakan sampel dan populasi.
2) Kajian Teori
Bab ini berisikan uraian tentang teori-teori yang relevan
dengan masalah yang dibahas atau diteliti. Bisa saja, penelitian-penelitian
terdahulu dapat melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian
selanjutnya. Dalam bab ini, disertakan alasan-alasan yang logis. Dengan
demikian, penulis dapat menolak, menerima, mempertanyakan, atau menguatkan
teori yang sudah ada.
Teori yang dijadikan acuan hendaknya kepustakaan atau hasil
penelitian yang mutakhir dengan berusia 5 tahun ke belakang, tetapi apabila
teori lama masih relevan, pendapat tersebut masih bisa dipakai.
3) Objek Penelitian
Dalam bab ini, dijelaskan keadaan lokasi penelitian atau
objek penelitian secara singkat (bergantung pada kebutuhan penelitian). Hal hal
yang perlu dijelaskan dalam bab ini yaitu (a) sejarah objek penelitian, (b)
struktur organisasi, dan (c) kegiatan objek penelitian.
4) Pembahasan (Analisis
Data)
Bab pembahasan data merupakan bab yang paling penting dalam
penulisan karya ilmiah karena dalam bab ini dilakukan kegiatan analisis
data, sintetis pembahasan, interpretasi penulis, pemecahan masalah, dan
penemuan pendapat baru yang diformulakan (bila ada). Bab ini juga merupakan
analisis atas pembatasan masalah dan tujuan penelitian yang telah disebutkan
pada bab pendahuluan. Oleh karena itu, pembahasan ini harus konsisten dan
relevan dengan bagian sebelumnya.
5) Penutup
Bab penutup meliputi dua bagian yaitu simpulan dan saran.
§ Simpulan
Bab ini berisikan simpulan yang diperoleh dari penelitian
yang telah dilakukan. Simpulan ini adalah uraian seluruh analisis,
interpretasi, dan temuan mutakhir yang telah dilakukan pada bab analisis.
Simpulan dapat pula dikatakan rangkuman atau analisis data. Simpulan ini pun
merupakan jawaban atas pembatasan masalah dan tujuan penelitian.
§ Saran
Saran merupakan rekomendasi atas hasil penelitian untuk
menindaklanjuti penelitian selanjutnya. Saran dapat ditujukan kepada penulis
lain atau pembaca untuk mengambil kebijakan selanjutnya.
c. Bagian Akhir
1) Daftar Pustaka
Salah satu yang harus ada (mutlak) dalam penulisan karangan
ilmiah adalah adanya sumber acuan dan daftar pustaka. Dengan adanya daftar
pustaka, pembaca bisa mengetahui sumber acuan yang menjadi landasan dalam
pengkajian.
2) Daftar Kamus
Daftar kamus harus dibedakan dengan daftar pustaka.
3) Daftar Riwayat Hidup
Daftar riwayat hidup berisikan biodata penulis yang lengkap
mulai nama sampai dengan pendidikan dan pengalaman kerja.
4) Lampiran
Lampiran berisikan hal-hal yang mendukung penulisan karangan
ilmiah. Isi lampiran bergantung pada kebutuhan penulisan, misalnya acuan
wawancara, angket, surat izin penelitian, indeks, dan data penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Hs., Widjono. 2007. Bahasa Indonesia:
Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta:
Grasindo.
[2] Keraf, Gorys. 2001. Komposisi.
Jakarta: Gramedia.
[3] Sofyan, Agus N., Eni Karlieni, et
al. 2007. Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah. Bandung:
Universitas Widyatama.
[4] Wahyu, Tri R.N. 2006. Bahasa
Indonesia. Jakarta: Universitas Gunadarma.
