Posted by : Unknown
Senin, 12 Oktober 2015

DIKSI
(Pilihan Kata)
Pengertian Diksi
Diksi bisa diartikan
sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan
hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan
atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan
dan sebagainya. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi yang bertalian dengan
ungkapan-unkapan individu atau karakteristik, atau memiliki nilai artistik yang
tinggi.
Jika dilihat dari
kemampuan pengguna bahasa, ada beberapa hal yang mempengaruhi pilihan kata,
diantaranya :
1. Tepat memilih kata untuk mengungkapkan gagasan
atau hal yang ‘diamanatkan’
2. Kemampuan untuk membedakan secara tepat
nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan
untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa pembacanya.
3. Menguasai sejumlah kosa kata (perbendaharaan
kata) yang dimiliki masyarakat bahasanya, serta mampu menggerakkan dan
mendayagunakan kekayaannya itu menjadi jaring-jaring kalimat yang jelas dan
efektif.
Fungsi Diksi
Fungsi Pilihan
kata atau Diksi adalah Untuk memperoleh keindahan guna menambah daya
ekspresivitas. Maka sebuah kata akan lebih jelas, jika pilihan kata tersebut
tepat dan sesuai. Ketepatan pilihan kata bertujuan agar tidak menimbulkan
interpretasi yang berlainan antara penulis atau pembicara dengan pembaca atau
pendengar, sedangkan kesesuaian kata bertujuan agar tidak merusak suasana.
Manfaat Diksi
1. Dapat membedakan secara cermat kata-kata
denitatif dan konotatif, bersinonim dan hapir bersinonim, kata-kata yang
mirip dalam ejaannya.
2. Dapat membedakan kata-kata ciptaan sendiri fan
juga kata yang mengutip dari orang yang terkenal yang belum diterima
dimasyarakat. Sehingga dapat menyebabkan kontroversi dalam masyarakat.
Kesesuaian Diksi
Perbedaan ketepatan dan
kecocokan pertama-tama mencakup soal kata mana yang akan digunakan dalam
kesempatan tertentu, walaupun kadang-kadang masih ada perbedaan tambahan berupa
perbedaan tata bahasa,pola kalimat, panjang atau kompleknya suatu alinea, dari beberapa
segi lain. Perbedaan antara ketepatan dan kesesuaian dipersoalkan adalah apakah
kita dapat mengungkapkan pikiran kita dengan cara yang sama dalam sebuah
kesempatan dan lingkungan yang kita masuki.
Syarat-syarat kesesuaian
diksi adalah sebagai berikut:
1. Hindarilah sejauh mungkin bahasa aatau unsur substandard dalam
situasi yang formal.
2. Gunakanlah kata-kata ilmiah dalam situasi yang khusus saja. Dalam
situasi yang umum hendaknya penulis dan pembicara mempergunakan kata-kata
popular.
3. Hindarilah jargon dalam tulisan untuk pembaca umum.
4. Penulis atau pembicara sejauh mungkin menghindari pemakaian
kata-kata slang
5. Dalam penulisan jangan mempergunakan kata percakapan.
6. Hindarilah ungkapan-ungkapan usang (idiom yang mati).
7. Jauhkan kata-kata atau bahasa yang artfisial.
Makna Kata
Kata yang digunakan
menunjukkan makna yang ingin diutarakan. Namun demikian, seringkali kata yang
digunakan memiliki arti yang berbeda dengan makna itu sendiri. oleh karena itu,
sebelum memutuskan untuk menggunakan diksi yang akan digunakan, maka harus
pembicara atau penulis harus memahami makna dan relasi kata. Menurut Chaer,
makna kata dapat dibedakan menjadi:
a. Makna denotasi dan
Makna konotasi
Merupakan denotasi
merupakan makna yang sesungguhnya yang sesuai dengan pengertian kamus besar
bahasa Indonesia. Contoh: kata “miskin”, dalam pengertian denotasi artinya
ialah keadaan seseorang yang kurang dalam hal finalsial. Sementara itu makna
konotasi yaitu makna lain atau makna yang bukan sebenarnya yang mungkin hanya
dapat dimengerti oleh beberapa orang saja yang bersangkutan.
Contoh: kata “alarm”
dalam kalimat, “ kamu selalu datang tepat waktu, alarm jam kamu bagus”.
Kata alarm dalam kalimat tersebut merupakan kata konotasi untuk
menunjukkan makna kata “disiplin”. Kata konotasi yang bertujuan untuk
memuji disebut knotasi positif sedangkan konotasi yang mengejek atau menyindir
disebut konotasi negatif.
b. Makna leksikal dan
makna gramatikal
Yaitu makna yang sesuai
dengan hasil observasi atau yang memang nyata dalam kehidupan. Contoh: bakteri
Salmonella sp. Menyebabkan penyakit tipus. Sedangkan makna gramatikal yaitu
makna kata yang menyatakan makna jamak, menunjukkan suatu jumlah. Contoh: ada
buku-buku baru di perpustakaan. Artinya ialah banyak buku baru yang datang di
perpustakaan.
c. Makna referensial dan
nonreferensial
Yang dimaksud dengan
makna referensial yaitu kata yang mengacu atau menunjukkan kepada sesuatu.
Contoh: buku biologi ada di Rak no. 7. Kata “rak no.&” merupakan frase yang
menunjukkan makna referensial. Sedangkan makna nonreferensial adalah kebaikan
dari kata referensial. contoh: baru saja aku membaca buku itu, tetapi aku lupa
meletakkannya. Kata “tetapi” merupakan kata yang menunjukkan makna
nonreferensial.
d. Makna konseptual dan
makna asosiatif
Makna konseptual
merupakan makna suatu kata yang menunjukkan deskripsi kata tersebut. Contoh:
pangeran pergi menunggang unta. Kata “unta” memilki makna konseptual yaitu
binatang gurun berkaki empat yang dapat dijadikan sebagai alat transportasi.
Sedangkan makna asosiasi merupakan makna kata yang menunjukkan hubungan yang
terkait dengan kata tersebut. Contoh: kata merah memiliki hubungan berani
sedangkan kata merpati dihubungkan (asosiasi) dengan kesetiaan.
e. Makna kata dan makna
istilah
Makna kata akan terlihat
jelas ketika kata tersebut digunakan dalam sebuah kalimat. contoh: kata
“dingin” dapat berarti mengenai suhu atau cuaca, atau menunjukkan sikap
seseorang. Sementara itu makna istilah merupakan makna yang bersifat pasti atau
mutlak. Hal ini karena makna istilah hanya digunakan dalam bidang-bidang
tertentu. Contoh: kata dingin di atas jika digunakan dalam bidang ilmu
pengetahan alam maka memiiki makna pasti menunjukkan suatu suhu.
f. Makna kias dan lugas
Makna kias ialah kata
atau frase yang biasa digunakan untuk mengatakan makna secara tidak langsung.
Biasa digunakan dalam majas atau peribahasa. Contoh: jangan sampai terjerat
lintah darat. Frase lintah darat menunjukkan makna kias yang berarti adalah
rentenir. Sedangkan makna lugas adalah kebalikan dari makna kias. Artinya dalam
makna lugas terang-terangan menyebutkan makna yang sesungguhnya. Contoh:
sepertinya hampir semua pejabat negara adalah koruptor.
Referensi
Pengertian Diksi Dan Contohnya.http://www.kelasindonesia.com/2015/05/pengertian-diksi-dan-contohnya-lengkap.html
http://dwiajisapto.blogspot.com/2011/02/diksi-pilihan-kata.html
Pengertian diksi dan plihan kata.http://www.peribahasaindonesia.com/pengertian-diksi-pilihan-kata/.
http://disclamaboy.wordpress.com/2012/11/02/diksi-pengertian-dan-macam-macamnya/
Related Posts :
- Back to Home »
- Random Posts , Softskill B.Indo »
- DIKSI
